Rabu, 17 Desember 2008

Rumah Adat Bali

Dalam kehidupannya, masyarakat Bali masih memegang teguh kepada adat yang telah ditentukan, demikian pula dalam membangun rumah. Untuk membangun rumah, suku Bali tidak akan melakukannya dengan semaunya semdiri, walaupun orang itu kaya dan mampu. Dia senantiasa menuruti suatu peraturan, ketentuan atau petunjuk khusus yang menetapkan konstruksi susunan, letak, kedudukan, fungsi serta bahan yang dipakai bahan, hari atau saat yang baik untuk mendirikan serta upacara dan sesaji yang harus dipersembahkan. Yang dimaksud dengan rumah adat Bali adalah

sebuah pekarangan yang dilingkari oleh batas, dan dalam pekarangan tersebut didirikan bangunan-bangunan tertentu dengan bentuk dan tipe tersendiri, yang secara garis besar terbagi atas bagian pokok yakni: bangunan-bangunan di halaman depan, perumahan keluarga dan merajah atau tempat suci persembahan keluarga.

Bangunan-bangunan yang ditampilkan di anjungan daerah Bali antara lain:

1. Halaman depan
Di halaman depan terdapat bangunan candi Bentar yaitu pintu masuk utama yang terbelah dua. Kemudian bangunan yang disebut Penunggu Karang, yaitu suatu tempat suci yang sehari-harinya diberikan sesajen, sebagai penunggu rumah dan pekarangan. Di bagian sebelah kanan sebuah bangunan tinggi yang disebut Bale Bengong, sebagai tempat untuk beristirahat, menghirup udara segar bagi keluarga raja, melihat keadaan sekelilingnya dan berfungsi sebagai Bale Kukul atau tempat pertemuan dan tempat melaksanakan bermacam-macam pertunjukan kesenian. Di anjunagan Bale Pengambuhan ini akan dipergunakan sebagai tempat menampilkan atraksi kesenian daerah bagi pengunjung. Bale Paruman berfungsi sebagai tempat pertemuan keluarga, dan di anjungan dipakai sebagai tempat pameran atau display photo-photo mengenai Pariwisata di Bali.

Dari halaman depan ke halaman dalam dibatasi dengan pagar tembok yang disebut tembok penyengker merupakan batas pekarangan keluarga. Untuk menuju halaman ke dua, dibuatkan sebuah Kori Agung ini selalu ditutup, dan pintu keluar masuk yang sifatnya umum melalui Kori Bebetalan, yaitu pintu yang dibuat disebelah kiri dan kanan Kori Agung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar